SEMARAK HARI PRAMUKA KE-65 DI SMP NEGERI 11 PEKALONGAN: PERKUAT LITERASI DAN KESIAPSIAGAAN BENCANA MELALUI PROGRAM KOKURIKULER
.
SEMARAK HARI PRAMUKA KE-65 DI SMP NEGERI 11 PEKALONGAN: PERKUAT LITERASI DAN KESIAPSIAGAAN BENCANA MELALUI PROGRAM KOKURIKULER
Pekalongan, 14 Agustus 2026 — SMP Negeri 11 Pekalongan memperingati Hari Pramuka ke-65 dengan rangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif yang memadukan pendidikan karakter, literasi, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara sekolah, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Pekalongan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Rangkaian kegiatan diawali dengan sarapan pagi bersama sebelum pelaksanaan upacara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kokurikuler SMP Negeri 11 Pekalongan yang diarahkan untuk membangun kebersamaan, kepedulian, kedisiplinan, dan karakter positif muridk.
Setelah sarapan bersama, seluruh murid mengikuti upacara peringatan Hari Pramuka ke-65. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Bapak Gufron Faza, S.E., M.Ec.Dev., selaku Bapak Saka Pustaka. Kehadiran beliau memberikan motivasi tersendiri bagi para muriduntuk menjadikan Gerakan Pramuka tidak hanya sebagai kegiatan kepanduan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, kecakapan hidup, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dalam suasana yang penuh semangat, murid mengikuti upacara dengan tertib dan antusias. Semangat kepramukaan tampak dari kekompakan muridyang mengenakan seragam Pramuka serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian.
Duta Literasi Hadirkan Pengalaman Belajar di Perpustakaan
Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan program Duta Literasi bagi murid kelas VII A. Kegiatan dilaksanakan di perpustakaan sekolah dengan menghadirkan Bapak Wisnu Riza, S.I.Pust. sebagai narasumber.
Melalui kegiatan tersebut, muris diajak untuk mengenal lebih dekat dunia perpustakaan dan membangun kebiasaan membaca sebagai bagian dari budaya belajar. Program Duta Literasi menjadi salah satu upaya sekolah untuk menciptakan ekosistem literasi yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca, tetapi juga mendorong murid untuk memiliki rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta kecintaan terhadap pengetahuan.
Pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang belajar juga menjadi bagian penting dari upaya SMP Negeri 11 Pekalongan dalam mengembangkan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Sementara itu, murid dari kelas lainnya mengikuti kegiatan edukasi mitigasi kebencanaan yang dilaksanakan bersama tim BPBD. Kegiatan ini menghadirkan Bapak Budi Suheryanto, S.Pd. sebagai narasumber.
Murid Belajar Mitigasi Bencana Secara Langsung
Edukasi mitigasi kebencanaan dikemas secara menarik dan interaktif. Muridtidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman melalui simulasi penanganan berbagai kondisi darurat.
Tim BPBD memberikan edukasi mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi, proses evakuasi korban, penanganan keadaan darurat, serta mitigasi kebakaran, termasuk kebakaran yang dapat disebabkan oleh kebocoran gas elpiji maupun korsleting listrik.
Kegiatan simulasi menjadi bagian yang paling menarik perhatian murid. Mereka diberikan kesempatan untuk melihat dan memahami secara langsung bagaimana melakukan tindakan yang tepat dalam menghadapi situasi bencana. Simulasi evakuasi korban juga memberikan gambaran kepada muridmengenai pentingnya ketenangan, kerja sama, komunikasi, dan kecepatan dalam menghadapi keadaan darurat.
Antusiasme murid terlihat sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti setiap penjelasan dan simulasi dengan penuh perhatian. Bahkan, beberapa muridtampak aktif mengikuti praktik yang diperagakan oleh tim BPBD.
Kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar yang bermakna karena murid memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat.
Sinergi Lintas Sektor untuk Pendidikan yang Lebih Bermakna
Kepala SMP Negeri 11 Pekalongan, Nurlaely Herawati, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi dan kolaborasi antara sekolah dengan berbagai pihak dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual kepada muridk.
Kegiatan hari ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi antara SMP Negeri 11 Pekalongan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, serta BPBD. Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada muridk, ujar Nurlaely Herawati.
Menurutnya, literasi dan kesiapsiagaan bencana merupakan dua kompetensi penting yang perlu ditanamkan sejak dini. Murid perlu memiliki budaya membaca sekaligus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menyelamatkan diri serta membantu orang lain ketika menghadapi kondisi darurat.
Kami memasukkan kegiatan seperti ini ke dalam program unggulan kokurikuler SMP Negeri 11 Pekalongan. Harapannya, anak-anak tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian, kemampuan bekerja sama, serta kecakapan hidup yang akan bermanfaat bagi mereka,” lanjutnya.
Melalui kegiatan tersebut, SMP Negeri 11 Pekalongan menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang kolaboratif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Perpaduan antara semangat kepramukaan, budaya literasi, dan edukasi mitigasi bencana menjadi pengalaman belajar yang utuh bagi muridk.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 di SMP Negeri 11 Pekalongan pun tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk membentuk generasi yang berkarakter, literat, tangguh, peduli, disiplin, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
SMP Negeri 11 Pekalongan terus bergerak membangun budaya sekolah melalui kolaborasi dan inovasi, karena pendidikan yang bermakna lahir dari pengalaman nyata, keteladanan, dan kepedulian bersama.
a
0 Komentar
Bergabunglah dalam diskusiTinggalkan Komentar